Search
  • Admin

Sejarah Toyota Land Cruiser, dari Mobil Militer hingga Mobil Presiden

Updated: Jun 16


land cruiser 200 2020

Land Cruiser merupakan salah satu mobil SUV dengan tampilan yang menarik di antara varian Toyota. Land Cruiser memang lebih diperuntukan untuk ke medan off-road. Namun, tidak perlu khawatir. Tunas Friends juga bisa memanfaatkan Land Cruiser sebagai moda transportasi dalam kota.


Dapat dipastikan, performa Land Cruiser akan menyesuaikan tenaga yang dihasilkan dengan segala medan yang ditempuh. Toyota Land Cruiser sering dicari oleh para traveler atau collector. Harga mobil Land Cruiser memang tidak murah, tapi tetap sebanding dengan fitur-fitur yang ditawarkan. Oleh karena itu, hanya orang-orang tertentu yang tertarik untuk memiliki mobil ini.


Di balik tampilannya yang gahar, Land Cruiser 2020 memiliki sejumlah latar belakang yang tidak diketahui banyak orang.



Terdapat sejarah mengenai perkembangan Toyota Land Cruiser 2020, mulai dari digunakan sebagai mobil militer hingga mobil Presiden. Simak ulasannya di berikut ini ya, Tunas Friends!


Baca juga: Ide Modifikasi Toyota 86 Seperti AE-86 Anime Initial D


Latar Belakang Land Cruiser Diproduksi

Diawali dengan latar belakang diproduksinya mobil Land Cruiser. Pada tahun 1950, terjadi perang antara Korea Utara dengan Korea Selatan. Saat itu, Jepang masih diawasi langsung oleh Amerika dan juga PBB dalam upaya mendukung negara Korea Selatan.


Tepat dengan peristiwa tersebut, Toyota terpilih sebagai perusahaan otomotif yang harus menyediakan truk militer beroda empat dengan penggerak 4WD untuk memenuhi kebutuhan militer Amerika Serikat.


Amerika Serikat memberi izin dan perintah kepada Toyota agar membuat kendaraan militer. Selain itu kendaraan militer yang dibuat harus menggunakan material lokal dari Jepang.


Dari sinilah, Toyota mengembangkan idenya dan menciptakan kendaraan militer baru yang akan dipakai oleh Amerika Serikat pada saat itu.


Toyota Land Cruiser BJ Series (1951 - 1955)

Toyota berhasil memproduksi mobil prototipe jip pertama AK10. Pada tahun 1951, Toyota menampilkan kendaraannya itu ke National Police Reserve (NPR) agar dapat dijadikan sebagai kendaraan militer Nasional.


Namun, tidak semudah itu. Sayangnya, pihak National Police Reserve (NPR) tidak terlalu tertarik pada mobil jip yang dibuat oleh Toyota, melainkan lebih tertarik pada kendaraan yang diciptakan oleh merek lain.


Tidak berniat untuk menyerah pada kegagalan pertamanya, Toyota kembali mengembangkan kendaraan baru yang diberi nama Toyota Jeep BJ.


Kemudian, Toyota berusaha membawanya mendaki sampai tingkat keenam Gunung Fuji. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa kendaraan yang diproduksi olehnya memiliki kualitas tinggi.


Usaha membuahkan hasil, pihak National Police Reserve (NPR) mengetahui berita tersebut dan akhirnya menyetujui Toyota sebagai perusahaan penyedia kendaraan. Tentunya menggantikan produk sebelumnya yang mereka pilih.


Butuh waktu sekitar dua tahun bagi Toyota untuk memproduksinya lebih lanjut sekaligus memproduksi kendaraan jenis berbeda, mulai dari kendaraan pemadam kebakaran, pick-up, hingga kendaraan mobilitas kota.


Setelah bekerja keras, Toyota dikenal oleh banyak perusahaan ternama, termasuk instansi pemerintah. Di mana perusahaan dan instansi tersebut memilih Toyota sebagai moda transportasi mereka sehari-hari.


Di tahun 1954, Toyota mengubah nama Toyota Jeep BJ menjadi Toyota Land Cruiser. Setahun setelahnya yaitu tahun 1955, mobil ini berhasil diekspor ke beberapa negara hingga ke Pakistan dan Saudi Arabia untuk digunakan sebagai mobil operasional tentara.


Baca juga: 5 Ide Bisnis dengan Toyota Hiace Premio


Mobil Land Cruiser 20 - 30 Series (1955 - 1960)

Bulan Agustus 1955, diluncurkan generasi kedua dari Toyota Land Cruiser (20 series). Awalnya memang hanya digunakan sebagai kendaraan resmi pemerintahan, namun selang beberapa waktu kemudian, masyarakat mulai tertarik untuk memilikinya juga.


Terdapat beberapa pengembangan dan pembaruan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Seperti, melapangkan kabin interior dan mengubah sedikit rangka bodi mobil menjadi lebih bulat dibandingkan versi sebelumnya.


Pada tahun 1960, Toyota meluncurkan Toyota Land Cruiser generasi ketiga. Lekuk dan bentuk bodi mobilnya berubah secara signifikan. Tampilan eksteriornya lebih maskulin dan gagah di segala sisi.


Desain grille berubah menjadi horizontal dengan tulisan ‘TOYOTA’ dipadu dengan headlamp yang berbentuk bulat sehingga terlihat lebih modern.


40 Series (1960 - 1984)

Toyota Land Cruiser kembali mengalami perkembangan di 40 Series. Generasi ini dikenal karena kehadiran teknologi canggih yang menawarkan fitur baru yaitu mode berkendara.


Mode berkendara ini menjadi salah satu daya tarik masyarakat. Mode-mode ini meliputi mode Full, Economy, dan Moderate. Setiap mode memiliki fungsi berbeda pada transmisi Final Drive Ratio-nya, menyesuaikan dengan medan jalan yang dilewati.


Model 40 Series ini menjadi model produk yang paling laku di Amerika Serikat. Di Indonesia, Land Cruiser pada generasi ini dikenal dengan nama ‘Hardtop’.


Baca juga: 8 Kelebihan Toyota Camry Hybrid, Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga


55 Series (1967 - 1980)

Mobil dengan penggerak 4WD seperti halnya Toyota Land Cruiser tidak lagi dianggap sebagai satu-satunya mobil tangguh pada zaman itu. Sebab, telah muncul pilihan-pilihan baru dengan konsep desain yang lebih menarik dan modern.


Karena perkembangan zaman, Toyota pun mulai memikirkan desain baru untuk Land Cruiser agar masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yaitu dapat digunakan sebagai kendaraan rekreasi atau tamasya keluarga.


Maka, pada tahun 1967, diciptakan Toyota Land Cruiser Station Wagon 55 Series sebagai varian baru dari Land Cruiser yang mampu menampung hingga lima orang.


Tanpa menghilangkan performa off-road, kabin mobil versi Station Wagon lebih diperluas lagi demi menunjang kenyamanan pengendara dan penumpangnya ketika berada di perjalanan.


Langkah yang diambil oleh Toyota dikatakan sukses karena mampu meraih keuntungan sebesar 11% dari total penjualan keseluruhan. Kesuksesannya ini terus berjalan hingga tahun 1980.


Land Cruiser 60 Series (1980 - 1989)

Bersamaan dengan krisis minyak dunia di tahun 1980, sektor otomotif masih terus dikembangkan demi eksistensinya di mata masyarakat.


Toyota merilis generasi terbarunya yaitu versi 60 series dengan efisiensi performa yang semakin mumpuni, mulai dari suspensi hingga transmisi. Pada eksteriornya, mobil versi 60 series ini sudah tertutup sempurna oleh kaca dengan ukuran kabin yang cukup luas.


Kapasitas bagasinya pun mengalami perubahan luas dengan total ruang maksimum 2.760 liter. Peluncuran generasi terbaru ini bertujuan agar Land Cruiser bisa menjadi kendaraan keluarga yang nyaman, serta menjawab isu krisis minyak dunia.


Baca juga: 6 Kelebihan Toyota Corolla Altis Hybrid, Sedan Hybrid Termurah Toyota


Toyota Land Cruiser 80 Series (1989 - 1997)

Meneliti bahwa Land Cruiser versi 60 series tidak lagi layak digunakan untuk tahun 90-an, akhirnya Toyota menciptakan generasi baru lagi yaitu versi 80 series.


Dengan memadukan unsur modern dan performa off-road yang mencengangkan, Land Cruiser menjadi terlihat lebih mewah dan berkelas. Didukung dengan penggerak All-Wheel Drive, mesin injeksi, dan transmisi otomatis 4-percepatan.


Bahkan, mobil Land Cruiser menyediakan dua kapasitas, yaitu 5 kursi dan 10 kursi, yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Daya tarik lainnya ada pada setir kemudi, menggunakan material kulit yang menambah kesan premium.


Pada tahun 1997, produksi Land Cruiser dihentikan di Jepang dengan total penjualan sebanyak 550.000 unit dari total produksi 3,4 juta di seluruh dunia.


Mobil Land Cruiser 100 Series (1998 - 2007)

Demi kenyamanan pengguna, Toyota Land Cruiser merilis versi Station Wagon 100 Series pada tahun 1998. Tampil semakin tangguh tidak hanya di medan off-road, tapi juga di medan on-road.